Showing posts with label Montessori Activity. Show all posts
Showing posts with label Montessori Activity. Show all posts

Monday, April 10, 2017

Manajemen waktu seorang ibu rumah tangga

Assalamualaikum,

Sebagai ibu rumah tangga yang bekerja di ranah domestic, memiliki manejemen waktu yang baik adalah hal yang sangat penting, seperti halnya mereka yang bekerja di ranah publik.

Manejemen waktu yang disusun secara apik dan tepat akan membuat para IRT terhindar dari penyia-nyian waktu luang berlebih maupun keteteran karena waktu yang seakan tidak cukup.
Sering sekali saya jumpai curhatan ibu-ibu yang mengeluh bahwa pekerjaan domestik rumahnya sangat banyak sehingga waktu untuk membersamai anak tidak ada. Tapi dilain hal, tidak jarang juga saya jumpai para ibu yang bisa duduk-duduk santai mengobrol dengan teman-temannya atau menonton televisi seakan-akan mereka memiliki banyak waktu yang berlebih.

Alhamdulillah, saya sedang mengikuti grup belajar Institut Ibu Profesional cetusan ibu Septi Wulandari yang mana didalamnya para ibu dilatih untuk membuat manejemen waktu untuk diri sendiri. Dalam mengatur manajemen waktu untuk kegiatan sehari-hari, saya berlatih bersama ibu lainnya di IIP dengan membuat semacam jadwal harian dengan menggunakan kandang waktu dan diharuskan untuk mematuhi jadwal tersebut setiap harinya.

Dengan belajar dan berlatih me-manage waktu, kita bisa meminimalisir kegiatan yang sia-sia dan mengisinya dengan kegiatan bermanfaat bersama anak. Dan, sebagai saran dari saya ketika kita memutuskan untuk meng-home schooling-kan anak, maka kita harus sudah mampu memanage waktu dengan baik. Karena dalam Home Schooling anak tidak hanya belajar mata pelajaran umum saja melainkan semua kegiatan didalam rumah. Dan semua kegiatan tersebut akan membekas dalam pemahaman anak jika tersusun apik setiap harinya.

Oleh karena itu, mulailah mencari sumber ilmu tentang pengaturan waktu, belajar dan latih diri sendiri dalam menggunakan jadwal harian yang telah kita susun. Keraskan diri untuk mematuhi aturan yang telah kita buat. Karena, seperti pesan yang telah saya dapatkan, ketika kita mengeraskan diri sendiri, maka dunia akan lunak kepada kita.


Salam.

Wednesday, March 22, 2017

Main Air

Assalamualaikum,

Halo semua,

Tampaknya semua anak kecil sangat suka bermain air, tidak hanya anak saya saja. Bayangkan, bagaimana mereka tidak cinta air kalau dalam masa penciptaannya saja mereka berada didalam cairan? :D

Karena sangat suka main air, sering sekali saya mengajaknya untuk bermain tuang air dari satu tempat ke tempat lainnya. contoh: air dalam botol dituang kedalam gelas kosong dan sebaliknya.
Permainan ini mampu membuatnya focus dalam waktu yang cukup lama. Hanya berhenti kalau saya cukupkan.

Tahukah bahwa bermain menuang air dapat melatih practical life skillnya? dan ternyata permainan ini juga melatih koordinasi tangan dan matanya. Nanti lama-kelamaan anak akan percaya diri menuang air minumnya sendiri dari teko ke gelas.

Begitupula anak saya, ayahnya pernah mendapati dia menuang air teh dari gelas besar ke gelasnya sendiri tanpa tumpah. Alhamdulillah.

Oleh karena itu, yuk ajak anak main air. J Jangan takut basah dan becek, karena semuanya bisa di-lap dan di-pel.

Salam,


Fauzia.

Tuang air

Saturday, March 18, 2017

Kenapa memakai metode Montessori?

Assalamualaikum,

Halo semuanya.

Teman-teman yang mem-follow akun-akun media sosial saya pasti sering sekali melihat postingan kegiatan anak dengan menggunakan hastag #montessori atau #montessoriactivity, atau sekedar re-sharing dari beberapa akun yang berhubungan dengan Montessori.

Sebenarnya, apa sih Montessori itu?

Montessori secara garis besar, berdasarkan apa yang telah saya pelajari dan praktekan kepada anak, adalah aktivitas mendidik yang berfokus kepada kebutuhan anak itu sendiri. Kebutuhan macam apa? Kebutuhan dasar layaknya manusia normal lainnya.

Sering sekali saya menjumpai orangtua-orangtua yang lebih senang berkata “jangan” kepada anak dan cucunya. Ketika sang anak yang berumur sekitar 18 bulan-5 tahun melakukan kegiatan yang menurut mereka “belum waktunya” seperti menuang air dari teko, membereskan mainan, memasak, atau bahkan menyapu, orangtua memutuskan untuk membantunya langsung dengan mengambil sapunya misal atau bahkan melarangnya.

Pertanyaannya adalah; kenapa sih harus dilarang?

Padahal semua kegiatan tersebut adalah kebutuhan manusia, bukan?

Apakah anak kita bukan manusia? Kenapa banyak orangtua tidak memutuskan untuk memberi contoh, berdiri di hadapannya dan menuntunnya untuk mengerjakan semuanya dengan lebih baik?

Kalau jawabannya adalah, agar rumah tidak berantakan atau kotor, jelas ini sangat mengusik saya. Apa untungnya punya rumah bersih, tetapi anak tidak paham tentang kebutuhan akan kebersihan itu sendiri?
Bukankah dengan kegiatan menyapu yang anak lakukan dengan terbata-bata, walaupun kotorannya berserakan, lebih bermakna dibandingkan dengan lantai yang sudah bersih tetapi dia tidak tahu bagaimana cara membersihkannya?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya mencari tahu dan menggali lagi lebih dalam ilmu Montessori.

Metode Montessori dimulai oleh Dr. Maria Montessori sekitar awal abad ke 20 untuk mengajari anak-anak berkebutuhan khusus dan miskin di kota Roma. Oleh karena itu, salah sekali kalau kita beranggapan Montessori itu adalah metode “mahal” untuk anak.

Mungkin banyak dari kita melihat postingan tentang “mainan berbasis Montessori” yang lucu dan terkesan mahal karena menggunakan kayu yang bagus. Padahal, intinya tidak seperti itu. Aktivitas anak dengan menggunakan metode ini bisa menggunakan bahan apapun bahkan bahan bekas. Ini adalah sebuah metode mendidik anak yang sangat memanusiakan manusia dari segi apapun.

Kalau kalian ingin lebih mengenal apa itu Montessori, ini adalah adalah web yang menjadi acuan saya untuk memahami lebih dalam dan menambah pengetahuan tentang metode ini: